Lombok Barat, PolitikNTB.Com-Siswa
kelas XII SMAN 1 Lembar kembali menggelar pameran seni rupa tahunan pada tahun
2026. Kegiatan ini merupakan pameran yang ke-9 yang secara konsisten
diselenggarakan oleh siswa setiap tahun. Pada penyelenggaraan kali ini, pameran
dilaksanakan bekerja sama dengan Taman Budaya
Nusa Tenggara Barat sebagai lokasi kegiatan.
Pameran tersebut akan diikuti oleh
seluruh siswa kelas XII SMAN 1 Lembar. Berbagai karya yang ditampilkan
merupakan hasil proses pembelajaran dan eksplorasi kreatif para siswa selama
mengikuti pelajaran seni budaya di sekolah. Karya yang dipamerkan berupa karya lukisan
yang menggambarkan gagasan, pengalaman, serta imajinasi para siswa.
Pada tahun ini, pameran mengusung tema “Suara Karya.” Tema tersebut dipilih dari
beberapa usulan tema yang sebelumnya diajukan oleh para siswa kelas XII. Sejumlah
tema sempat diajukan dalam proses diskusi, di antaranya Goresan
Kreativitas, Ruang Ekspresi,
Jejak Rasa dalam Visual, Ledakan Memorie, Ekspresi
Karya, Suara Karya,
serta Jejak Karya Menjelajahi Imajinasi. Dari
berbagai pilihan tersebut, akhirnya disepakati tema “Suara Karya” sebagai tema
utama pameran tahun ini.
Guru Seni Budaya SMAN 1 Lembar, Faozan, menjelaskan bahwa kegiatan pameran
seni rupa ini telah menjadi agenda tahunan yang terus dipertahankan oleh
sekolah dan para siswa. Menurutnya, pameran ini bukan hanya sebagai ruang
menampilkan karya, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi
siswa untuk mengenal dunia seni secara lebih luas.
“Pameran ini sudah berjalan sembilan
tahun berturut-turut. Bahkan ketika masa pandemi Covid-19, kegiatan ini tetap
kami laksanakan, meskipun dilakukan secara daring melalui media sosial,” kata
Faozan.
Ia menambahkan, perjalanan pameran seni
rupa SMAN 1 Lembar selama ini tidak selalu berlangsung di ruang galeri formal.
Dalam beberapa tahun sebelumnya, pameran pernah digelar di berbagai tempat yang
berbeda. Kegiatan ini pernah dilaksanakan di lingkungan sekolah, di pinggir
jalan, di kawasan kampung padat penduduk, hingga terakhir di taman kota Gerung.
Menurut Faozan, pemilihan lokasi yang
beragam tersebut merupakan upaya agar karya seni siswa dapat lebih dekat dengan
masyarakat. Dengan menghadirkan pameran di ruang-ruang publik, masyarakat dapat
melihat langsung karya para siswa sekaligus memberikan apresiasi terhadap
kreativitas generasi muda.
Pada tahun ini, pameran diselenggarakan
di Taman Budaya Nusa Tenggara Barat.
Pemilihan lokasi tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap SMAN 1 Lembar
yang selama sembilan tahun berturut-turut konsisten menyelenggarakan kegiatan
pameran seni rupa bagi para siswa.
Selain itu, pameran tahun ini juga
direncanakan akan melibatkan kurator profesional untuk membantu proses kurasi
karya yang akan ditampilkan. Dengan adanya kurator, diharapkan penataan karya
dalam ruang pamer dapat lebih tertata dengan baik serta memberikan pengalaman
baru bagi para siswa mengenai bagaimana sebuah pameran seni dipersiapkan secara
lebih profesional.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah
berharap para siswa dapat memperoleh pengalaman yang lebih luas dalam berkarya
dan menampilkan karya seni mereka kepada publik. Pameran ini juga diharapkan
menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan gagasan dan kreativitas mereka
sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap dunia seni rupa.
Dengan
memasuki tahun penyelenggaraan yang ke-9, pameran seni rupa SMAN 1 Lembar
menunjukkan bahwa kegiatan kreatif di lingkungan sekolah dapat terus berkembang
dan menjadi ruang pembelajaran yang penting bagi para siswa. Melalui pameran
ini, karya-karya para pelajar tidak hanya menjadi bagian dari tugas sekolah,
tetapi juga menjadi bentuk ekspresi yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas.


0Komentar