TpdoGSGpGSriTfMlGpGlBSziTY==
Light Dark
Drumband Lombok Barat Raih Satu Emas dan Dua Perak, Manajer Soroti Pelaksanaan Porprov NTB XII

Drumband Lombok Barat Raih Satu Emas dan Dua Perak, Manajer Soroti Pelaksanaan Porprov NTB XII

Daftar Isi
×

 

Tim Drumband Kabupaten Lombok Barat


Lombok Barat, PolitikNTB.Com– Cabang olahraga (cabor) drumband Kabupaten Lombok Barat berhasil mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII dengan meraih satu medali emas dan dua medali perak. Capaian tersebut diraih di tengah keterbatasan anggaran yang diterima dari KONI  Kabupaten Lombok Barat.

Medali emas dipersembahkan melalui nomor Lomba Ketahanan dan Ketepatan Berbaris (LKKB) 6 Kilometer Putri, sedangkan dua medali perak diraih pada nomor Lomba Berbaris Jarak Pendek (LBJP) 600 Meter Putri dan LKKB 8 Kilometer Putra.

Manajer Tim Drumband Lombok Barat, Sry Handi Tantri, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan para atlet yang mampu memberikan hasil terbaik bagi daerah. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Lombok Barat yang terus memberikan dukungan kepada para atlet sejak menjalani pemusatan latihan (training center) hingga berakhirnya seluruh rangkaian pertandingan.

"Kami sangat bersyukur bisa membawa pulang medali emas. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Lombok Barat yang telah memberikan dukungan kepada atlet drumband sejak masa TC hingga medali dibagikan," ujarnya.

Di balik keberhasilan tersebut, Sry Handi Tantri menyampaikan sejumlah catatan terhadap pelaksanaan pertandingan yang menurutnya perlu menjadi bahan evaluasi penyelenggara agar kompetisi serupa di masa mendatang dapat berlangsung lebih baik.

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan terjadi pada pertandingan nomor LKKB 8 Kilometer Putra yang berlangsung pada hari kedua. Menurutnya, pada Pos 9 dan Pos 13 tidak terdapat juri ketika kontingen Lombok Barat, yang tampil pada urutan pertama, melewati titik penilaian.

Ia menjelaskan, pada Pos 9, juri baru tiba setelah Tim Lombok Barat melewati pos 9. Kondisi tersebut, kata dia, sempat dikonfirmasi langsung oleh official tim, Amri Aziz, kepada panitia di lapangan. Namun, panitia disebut tidak memberikan penjelasan yang memadai terkait keterlambatan tersebut.

Hal serupa juga terjadi di Pos 13. Official tim mengaku menyaksikan bahwa juri baru hadir setelah kontingen Lombok Barat melewati titik penilaian.

"Yang menjadi pertanyaan, ketika hasil rekapitulasi nilai dibagikan, nilai untuk Pos 9 dan Pos 13 justru tetap tercantum. Dari mana nilai tersebut diperoleh apabila proses penilaian tidak dilakukan secara langsung?" katanya.

Selain itu, sejumlah laporan media serta berbagai tanggapan dari peserta menunjukkan bahwa penyelenggaraan pertandingan drumband Porprov NTB XII masih menyisakan sejumlah persoalan. Kritik tersebut disampaikan oleh manajer tim dari enam kabupaten/kota, yaitu Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Kota Bima, dan Lombok Barat. Secara umum, mereka mengeluhkan berbagai aspek pelaksanaan pertandingan yang dinilai belum berjalan secara optimal.

Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain keberadaan juru rekam yang dinilai belum memperoleh pembekalan mengenai standar dan prosedur perekaman pertandingan sebagai bagian dari proses penilaian. Selain itu, jadwal pertandingan disebut mengalami keterlambatan hampir setiap hari, mulai dari hari pertama hingga hari ketiga, sehingga memengaruhi kesiapan atlet maupun official.



Adanya individu yang merangkap sebagai pelatih sekaligus panitia, yang dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan juga menjadi sorotan. Tidak hanya itu, adanya dugaan pelanggaran terhadap kesepakatan yang telah ditetapkan dalam technical meeting, seperti penggunaan stick cadangan oleh salah satu kontingen tanpa adanya tindakan dari panitia juga menjadi sorotan.

Dan yang menjadi persoalan paling mendasar adalah tidak berjalannya fungsi Koordinator Lomba. Posisi tersebut awalnya diisi oleh Mahriadi Idris. Namun, berdasarkan informasi yang diterima, Mahriadi Idris telah mengundurkan diri sebelum pertandingan dimulai melalui Sekretaris Umum Panitia karena saat itu, ia menangani kontingen Lombok Barat.

Kekosongan posisi Koordinator Lomba berdampak terhadap koordinasi selama pertandingan sehingga berbagai persoalan teknis tidak dapat ditangani secara optimal.

Koordinator lomba merupakan posisi yang sangat vital dalam sebuah kejuaraan. Ketika fungsi tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya, berbagai persoalan teknis mudah terjadi dan akhirnya memengaruhi kualitas penyelenggaraan pertandingan

Meski menyampaikan berbagai kritik, Manajer/Official yang menyampaikan kritiknya menegaskan bahwa hal tersebut bukan dimaksudkan untuk mengurangi prestasi atlet maupun menyudutkan pihak tertentu. Menurutnya, berbagai catatan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian agar penyelenggaraan cabang olahraga drumband pada ajang Porprov mendatang dapat berlangsung lebih profesional, transparan, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas. (Ama).

 

0Komentar

Special Ads