TpdoGSGpGSriTfMlGpGlBSziTY==
Light Dark
PMII Lobar Apresiasi Polres: Dari Swasembada Pangan hingga Penegakan Hukum Humanis

PMII Lobar Apresiasi Polres: Dari Swasembada Pangan hingga Penegakan Hukum Humanis

Daftar Isi
×

 

Ahmad Halimi (dua dari kiri) 


Lombok Barat, PolitikNTB.com-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Lombok Barat menyatakan apresiasi tinggi dan dukungan penuh terhadap berbagai program inovatif yang dijalankan oleh Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat.

Langkah-langkah Polres Lombok Barat dinilai tidak hanya memperkuat ketahanan dan swasembada pangan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program sosial dan pemberdayaan ekonomi di tingkat akar rumput.

Salah satu program yang mendapat perhatian luas adalah “Satu Hari Satu Telur”, sebuah inisiatif kemanusiaan di mana setiap personel Polres secara sukarela menyumbangkan satu butir telur per hari untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak, lansia, dan keluarga pra-sejahtera. Program sederhana ini dinilai sarat nilai sosial dan simbol kepedulian institusi kepolisian terhadap pemenuhan gizi masyarakat.

Selain itu, Polres Lombok Barat juga menjalankan program penanaman jagung di sejumlah wilayah, bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah desa. Upaya ini merupakan bagian dari strategi mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus menggerakkan ekonomi pertanian lokal. Melalui program ini, diharapkan produktivitas hasil bumi meningkat dan semangat kemandirian ekonomi tumbuh di kalangan warga.

Ketua Pimpinan Cabang PMII Lombok Barat, Ahmad Halimi, menyebut langkah Polres Lombok Barat sebagai contoh nyata kepemimpinan yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kami dari PMII Lombok Barat sangat mengapresiasi dan mendukung penuh setiap program Polres Lombok Barat, baik di bidang sosial maupun pertanian. Program Satu Hari Satu Telur dan penanaman jagung merupakan wujud nyata komitmen kepolisian dalam membantu masyarakat, bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga pelindung dan pengayom dalam arti yang sesungguhnya,” ujar Halimi.

Lebih jauh, Halimi menegaskan pentingnya sinergi lintas elemen dalam membangun daerah. Menurutnya, kolaborasi antara aparat penegak hukum, mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kunci menciptakan Lombok Barat yang aman dan produktif.

“Membangun Lombok Barat tidak bisa dilakukan oleh satu pihak. Diperlukan semangat gotong royong dan partisipasi semua unsur, termasuk organisasi mahasiswa dan masyarakat sipil,” tegasnya.

PMII Lombok Barat juga menilai Polres Lombok Barat telah menunjukkan kinerja positif dalam penegakan hukum yang berkeadilan. Langkah-langkah tegas yang tetap mengedepankan sisi kemanusiaan dianggap sebagai teladan bagi kepolisian di daerah lain.

“Kami melihat Polres Lombok Barat terus menjaga keseimbangan antara ketegasan dan humanisme. PMII siap menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif dalam menjaga keamanan, menegakkan keadilan, dan mendukung program yang pro-rakyat,” tambah Halimi.

Selain memberikan dukungan moral, PMII Lombok Barat juga mendorong agar program berbasis masyarakat seperti penanaman jagung dan pemberdayaan ekonomi lokal diperluas ke seluruh kecamatan. Halimi menilai program tersebut tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kemandirian daerah dan ketahanan pangan.

Menutup pernyataannya, Halimi menyampaikan optimisme bahwa sinergi yang baik antara kepolisian dan elemen masyarakat akan melahirkan Lombok Barat yang lebih aman, maju, dan mandiri.

“Kami berharap kerja sama ini terus diperkuat. PMII Lombok Barat siap menjadi bagian dari gerakan positif ini, bersama Polres dan masyarakat membangun Lombok Barat yang lebih berdaulat secara sosial dan ekonomi,” tutupnya.

 

0Komentar

Special Ads