![]() |
| Ketua DPD 1 KNPI NTB Daud Gerung |
Mataram, PolitikNTB.Com-Sabtu siang, 7 Februari
2026, Ballroom Hotel Grand Madani tak sekadar menjadi ruang seremoni. Di tempat
itu, Dewan Pengurus Daerah (DPD) I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)
Provinsi Nusa Tenggara Barat resmi melantik Daud Azhari atau yang akrab disapa
Daud Gerung sebagai Ketua KNPI DPD I NTB, dirangkaikan dengan Rapat Kerja
Daerah (Rakerda) yang dimulai pukul 14.00 WITA.
Pelantikan ini menandai babak baru kepemimpinan
pemuda NTB. Namun bagi Daud Gerung, momen tersebut bukanlah titik puncak. Ia
lebih menyerupai titik pulang, yakni kembalinya seorang aktivis yang lama
berproses di Jakarta, kini memilih menambatkan pengabdian di tanah
kelahirannya.
Aktivis yang Ditempa di Jakarta
Nama Daud Gerung bukan sosok yang lahir tiba-tiba di
panggung KNPI. Ia tumbuh melalui proses panjang dan konsisten di dunia
aktivisme. Rekam jejaknya bermula dari PMII Cabang Jakarta, sebuah ruang keras
yang menuntut ketahanan nalar dan kematangan sikap. Dari sana, ia dipercaya
memimpin sebagai Ketua PKC PMII DKI Jakarta, sebelum kemudian berkiprah di Pengurus
Besar PMII.
Jakarta membentuk Daud bukan hanya sebagai
organisatoris, tetapi sebagai pemikir yang terbiasa hidup dalam perbedaan,
perdebatan, dan tekanan politik gagasan. Di tengah hiruk-pikuk ibu kota, ia
belajar satu hal penting bahwa kepemimpinan bukan tentang suara paling keras,
melainkan keteguhan arah.
Keputusan Daud Gerung untuk kembali ke NTB bukanlah
langkah mundur. Justru sebaliknya, ia pulang dengan bekal pengalaman nasional,
jejaring luas, dan kesadaran bahwa daerah membutuhkan pemuda yang tak sekadar
lantang, tetapi siap bekerja secara kolektif.
Sebagai putra NTB yang kuat dalam wacana aktivisme,
Daud juga dikenal memiliki perhatian serius pada kebudayaan lokal, khususnya kebudayaan
Sasak. Sejumlah karya pemikirannya menempatkan budaya bukan hanya sebagai
romantisme masa lalu, melainkan sebagai fondasi etis dan identitas dalam
pembangunan daerah.
Baginya, modernitas NTB tidak boleh tercerabut dari
akar budayanya. Pemuda harus maju, tetapi tetap mengenali dirinya sendiri.
Kepemimpinan yang Tenang dan
Tertata
Dari sisi keilmuan, Daud Gerung dikenal memiliki cara
berpikir yang tertata dan tenang dalam mengambil sikap. Pengetahuan tidak ia
gunakan sebagai alat untuk meninggikan diri, melainkan sebagai sarana memperluas
manfaat dan membangun kebersamaan.
Sikap ini tercermin dalam gaya komunikasinya yang
terbuka terhadap dialog, namun tetap tegas pada prinsip. Sebuah karakter yang
lahir dari proses panjang, bukan instan.
Pelantikan Ketua KNPI DPD I NTB ini dirangkaikan
dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), seabagai forum strategis yang menjadi
ruang merumuskan program kerja dan arah kebijakan organisasi ke depan. Lebih
dari itu, Rakerda menjadi upaya menyatukan visi pemuda NTB dalam menjawab tantangan
pembangunan daerah yang kian kompleks.
Di tangan Daud Gerung, KNPI NTB diharapkan tidak
berhenti sebagai organisasi seremonial, tetapi menjadi ruang konsolidasi ide,
gerakan, dan kebudayaan pemuda.
Amanah sebagai Ketua KNPI DPD I NTB dipandang Daud
Gerung bukan sebagai mahkota kekuasaan, melainkan kelanjutan dari pengabdian yang
berakar pada nilai, proses, dan kejujuran perjalanan.
Ia memahami bahwa tantangan pemuda NTB hari ini
bukan hanya soal lapangan kerja atau partisipasi politik, tetapi juga soal identitas,
kebudayaan, dan keberanian merumuskan masa depan sendiri.
Pelantikan ini menjadi penanda bahwa kepemimpinan
pemuda NTB kini dipegang oleh sosok yang pernah pergi jauh, belajar banyak,
lalu memilih pulang.
Dan dalam kepulangan itu, Daud Gerung membawa satu
pesan sederhana,
bahwa pengabdian sejati selalu menemukan jalannya kembali ke rumah.


0Komentar