Lombok Tengah, PolitikNTB.COM- Badan
Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB bersama
anggota DPRD Provinsi NTB turun langsung menjemput jenazah almarhum Riamin,
Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Tempos, di kargo Bandara Internasional
Lombok.
Almarhum Riamin diketahui
bekerja sebagai PMI nonprosedural di Malaysia Timur. Proses pemulangan jenazah
almarhum ke tanah air tidak lepas dari komunikasi dan koordinasi intensif yang
dilakukan oleh anggota DPRD Provinsi NTB, H. Suharto yang kemudian
berkoordinasi dengan BP3MI NTB serta Lalu Muhamad Iqbal selaku Gubernur NTB.
Berkat sinergi dan kolaborasi
tersebut, seluruh proses administrasi dan pemulangan jenazah dapat difasilitasi
dengan baik hingga tiba di NTB dan selanjutnya dibawa ke Desa Tempos untuk
dimakamkan.
Dalam kesempatan tersebut, Suharto menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah dan wakil rakyat adalah bentuk
tanggung jawab moral dan kemanusiaan terhadap warga NTB di mana pun berada,
termasuk mereka yang bekerja di luar negeri meskipun berstatus nonprosedural.
“Kita hadir untuk memastikan
almarhum bisa kembali ke tanah kelahirannya dan dimakamkan secara layak bersama
keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, pihak BP3MI
NTB menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perlindungan dan fasilitasi
kepada PMI asal NTB, sekaligus mengimbau masyarakat agar bekerja ke luar negeri
melalui jalur resmi dan prosedural guna menghindari berbagai risiko.
Keluarga almarhum Riamin
menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BP3MI NTB, Gubernur
NTB Lalu Muhamad Iqbal, serta H. Suharto dari Partai NasDem atas bantuan,
perhatian, dan dukungan yang diberikan.
“Kami sangat berterima kasih
kepada Bapak Gubernur, BP3MI, dan Bapak H. Suharto. Berkat bantuan beliau
semua, jenazah keluarga kami bisa dipulangkan dan dimakamkan di Desa Tempos,”
ungkap pihak keluarga haru.
Pemulangan almarhum Riamin menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pelindungan PMI, dan wakil rakyat dalam memberikan pelayanan serta kepedulian kepada masyarakat NTB, khususnya para pekerja migran. (Bas).



0Komentar